Showing posts with label Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah. Show all posts

Tuesday, December 4, 2018

MAKALAH ROUTING

CONTOH MAKALAH KONSEP ROUTING


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Jaringan komputer (jaringan) adalah jaringan telekomunikasi yang memungkinkan antar komputer untuk saling berkomunikasi dengan bertukar data. Pada jaringan tersebut banyak sekali rute yang digunakan untuk menyambungkan satu jaringan dengan yang lainnya agar bisa tersambung atau berkomunikasi. Salah satu rute untuk meyambungkan jaringan satu dengan yang lainnya adalah Routing
Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Dimana rute yaang digunakannya rute yang paling dekat. Selain itu routing juga memiliki dua jenis yaitu statis dan dynamic. Kedua jenis itu juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing.
1.2  Rumusan Masalah
1.2.1        Pengertian Routing
1.2.2        Routing Statis
1.2.3        Routing Default
1.2.4        Routing Dynamic
1.3  Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan yaitu membaca buku dan mencari sumber di internet



BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Routing
Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara statis ke router lain.
Routing adalah proses dimana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang dituju. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan. Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router yang lain. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.
Jika routing yang digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan secara manual, administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika terjadi perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis, maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan update table routing. Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecil. Sedangkan routing dinamis bisa diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.
2.2  Routing Static
Routing static adalah entri suatu route yang dilakukan oleh seorang administrator untuk mengatur jalur dari sebuah paket data. Entri routing table bisa dilakukan dengan program yang terdapat pada perangkat tersebut.
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian :
·         Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
·         Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
·         Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data Seorang administrator harus menggunakan perintah ip route secara manual untuk mengkonfiguras router dengan routing statis.
Berikut ini adalah syntax perintah yang kita gunakan untuk menambah sebuah route statis ke sebuah routing table :
Ip route [destination_network] [mask] [next-hop_address or exit interface]
[admistrative_distance] [permanent]
Daftar ini menggambarkan setiap perintah dalam string:
·         Ip route Perintah ini digunakan untuk menciptakan routing statis.
·         Destination_address Network yang kita tempatkan di routing table.
·         Mask Subnet mask yang digunakan di network.
·         Next-hop_address Alamat dari router di hop berikutnya (next-hop) yang akan menerima paket dan meneruskannya ke network remote.
·         Alamat next-hop address adalah sebuah interface router yang berada disebuah network
yang terhubung secara langsung. Kita harus mampu melakukan ping ke interface Alamat next-hop address adalah sebuah interface router yang berada disebuah network yang terhubung secara langsung. Kita harus mampu melakukan ping ke interface.
·         Exit interface Kita dapat menggunakan ini untuk menggantikan nexthop_address jika kita menginginkannya, tetapi ini hanya dapat diterapkan di sebuah link point-to-point, seperti sebuah WAN. Perintah ini tidak akan bekerja pada sebuah LAN seperti Ethernet.
·         Administrative_distance Secara default, route statis memiliki sebuah administrative distance (jarak administrasi) 1 (atau bahkan 0 jika kita menggunakan sebuah exit interface dibandingkan sebuah alamat next-hop). Kita dapat mengubah nilai default dengan menambahkan apa yang disebut administrative weight (bobot administrasi) pada akhir dari perintah ini.
·         Permanent jika interface dimatikan (shut down), atau router tidak dapat berkomunikasi ke router hop berikutnya, secara otomatis route akan dibuang dari routing table. Pilihan permanent akan membuat entri route ini tetap ada dirouting table meski apa pun yang terjadi.
Routing statis memiliki keuntungan-keuntungan berikut :
ü  Tidak ada overhead (waktu pemrosesan) pada CPU router, yang berarti kita mungkin dapat membeli router yang lebih murah daripada jika kita menggunakan routing dinamis.
ü  Tidak ada bandwidth yang digunakan di antara router, yang berarti kita mungkin dapat menghemat uang untuk link WAN
ü  Routing statis menambah keamanan, karena administrator dapat memilih untuk mengizinkan akses routing ke network tertentu saja.
Routing statis memiliki kerugian-kerugian berikut :
Ø  Administrator harus benar-benar memahami internetworking dan bagaimana setiap router dihubungkan untuk dapat mengkonfigurasi router dengan benar.
Ø  Jika sebuah network ditambahkan ke internetwork, administrator harus menambahkan sebuah route ke semua router secara manual.
Ø  Routing statis tidak sesuai untuk network-network yang besar karena
Ø  menjaganya akan menjadi sebuah pekerjaan full-time sendiri.
2.3  Routing Default
Routing default digunakan untuk mengirimkan paket-paket ke sebuah network tujuan yang remote yang tidak ada di routing table, ke router hop berikutnya. Routing default hanya digunakan pada network network stub yaitu network yang hanya memiliki satu jalur keluar (exit path) dari network tersebut.
Untuk mengkonfigurasikan sebuah route default, kita menggunakan wildcard di alamat network dan lokasi mask dari sebuah route statis. Bahkan sebenarnya, kita dapat menganggap sebuah route default sebagai route statis yang menggunakan wildcard daripada informasi network dan mask.
Berikut ini adalah syntax perintah yang kita gunakan untuk menambah sebuah route default ke sebuah routing table :
Ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 [next-hop_address]
2.4  Routing Dynamic
Routing dinamis adalah ketika routing protokol digunakan untuk menemukan network dan melakukan update routing table pada router. Routing dinamis adalah ketika routing protokol digunakan untuk menemukan network dan melakukan update routing table pada router.
Terdapat dua jenis routing protokol yang digunakan di internetwork: internet gateway protocol (IGP) dan exterior gateway protocol (EGP). IGP digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing dengan router-router yang berada di autonomous system (AS) yang sama. IGP digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing dengan router-router yang berada di autonomous system (AS) yang sama. Sedangkan EGP digunakan untuk berkomunikasi antar-AS.
Sebuah contoh EGP adalah Border Gateway Protocol (BGP) Administative Distance (disingkat AD) digunakan untuk mengukur apa yang disebut trustworthiness (ke-dapatdipercaya-an) dari informasi routing yang diterima oleh sebuah router dari router tetangga.Sebuah administrative distance adalah sebuah bilangan bulat dari 0 sampai 255, dimana 0 adalah yang paling dapat dipercaya dan 225 berarti tidak akan lalu lintas data yang akan melalui route ini. Jika sebuah router menerima dua update mengenai network yang sama, maka hal pertama yang dicek oleh router adalah AD. Jika satu dari route yang di-advertised (diumumkan oleh router lain) memiliki AD yang lebih rendah dari yang lain, maka route dengan AD terendah tersebut akan ditempatkan di routing table. Jika kedua route yang di-advertised memiliki AD yang sama, maka yang disebut metrics dari routing protokol(misalnya jumlah hop atau bandwidth dari sambungan) akan digunakan untuk menemukan jalur terbaik ke network remote. Router yang diadvertised dengan metrics terendah akan ditempatkan di routing table. Tetapi jika kedua route memiliki AD dan metric yang sama, maka routing protokol akan melakukan load-balance (pengimbangan beban) ke network remote (yang berarti router akan mengirimkan paket melalui kedua link yang memiliki AD dan metric yang sama tersebut).
Jika sebuah network terhubung secara langsung, router akan selalu menggunakan interface yang terhubung ke network itu. Jika seorang administrator mengkonfigurasikan sebuah route statis, router akan lebih mempercayai route statis tersebut dibandingkan route
dinamis yang dipelajari dari router lain. Kita dapat mengubah administrative distance dari route statis tetapi secara default mereka memiliki AD 1.
Jika anda memiliki sebuah route statis, route yang diumumkan oleh RIP (RIPadvertised route), dan sebuah route yang diumumkan oleh IGRP (IGRPadvertised route),
maka secara default router akan selalu menggunakan route statis kecuali jika kita mengubah
AD dari route statis tersebut.
Terdapat tiga class routing protokol :
1. Distance Vector Protokol, distance-vector menemukan jalur terbaik ke sebuah nerwork remote dengan menilai jarak. Setiap kali sebuah paket melalui sebuah router disebut sebagai sebuah hop. Route dengan hop yang paling sedikit ke network yang dituju akan menjadi route terbaik. Vektor menunjukan arah (direction) ke network remote. Baik RIP dan IGRP adalah routing protokol jenis distance-vector. RIP dan IGRP mengirimkan semua routing table ke router-router tetangga yang terhubung secara langsung.
2. Link state Pada protokol link-state atau yang juga disebut protokol shortestpath-first setiap router akan menciptakan tiga buah tabel terpisah. Satu dari tabel ini mencatat perubahan dari network-network yang terhubung secara langsung. Satu tabel lain menentukan topologi dari keseluruhan internetwork, dan tabel yang terakhir digunakan sebagai routing table. Router yang link-state mengetahui lebih banyak tentang internetwork dibandingkan semua jenis routing protokol yang distance-vector. OSPF adalah sebuah routing protokol IP yang sepenuhnya link-state. Protokol link-state mengirimkan update-update yang berisi status dari link mereka sendiri ke semua router lain di network.
3. Hybrid Protokol hybrid menggunakan aspek-aspek dari routing protokol jenis distance-vector dan routing protokol jenis link-state. Sebagai contoh adalah EIGRP. Tidak ada cara tunggal untuk mengkonfigurasikan routing protokol untuk digunakan di semua bisnis atau pekerjaan. Mengkonfigurasikan routing protokol adalah hal yang harus kita lakukan secara kasus-per-kasus. Jika kita mengerti bagaimana cara kerja routing protokol yang berbeda, kita dapat membuat keputusan yang baik, kuat, dan yang benar-benar memenuhi kebutuhan semua orang di semua jenis bidang usaha.
Routing Information Protocol (RIP)
Routing protokol yang menggunakan algoritma distance vector, yaitu algortima BellmanFord. Pertama kali dikenalkan pada tahun 1969 dan merupakan algoritma routing yang pertama pada ARPANET. Versi awal dari routing protokol ini dibuat oleh Xerox Parc’s PARC Universal Packet Internetworking dengan nama Gateway Internet Protocol. Kemudian diganti nama menjadi Router Information Protocol (RIP) yang merupakan bagian Xerox network Services.
Versi dari RIP yang mendukung teknologi IP dimasukkan dalam BSD system sebagai routed daemon.
Spesifikasi RIP dapat dilihat di RFC 1058.
RIP yang merupakan routing protokol dengan algoritma distance vector, yang menghitung jumlah hop (count hop) sebagai routing metric. Jumlah maksimum dari hop yang diperbolehkan adalah 15 hop. Tiap RIP router saling tukar informasi routing tiap 30 detik, melalui UDP port 520. Untuk menghindari loop routing, digunakan teknik split horizon with poison reverse. RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk di konfigurasi.
RIP memiliki 3 versi yaitu RIPv1, RIPv2, RIPng
Ø  RIPv1 didefinisikan pada RFC 1058, dimana menggunakan classful routing, tidak menggunakan subnet. Tidak mendukung Variable Length Subnet Mask (VLSM).
Ø  RIPv2 hadir sekitar tahun 1994, dengan memperbaiki kemampuan akan Classless Inter-Domain Routing. Didefinisikan pada RFC 2453.
Ø  RIPng merupakan protokol RIP untuk IPv6. Didefinisikan pada RFC 2080.

Open Shortest Path First (OSPF)
OSPF merupakan routing protocol berbasis link state, termasuk dalam interior Gateway Protocol (IGP). Menggunakan algoritma Dijkstra untuk menghitung shortest path first (SPF). Menggunakan cost sebagai routing metric. Setelah antar router bertukar informasi maka akan terbentuk database link state pada masing-masing router.
OSPF mungkin merupakan IGP yang paling banyak digunakan. Menggunakan metode MD5 untuk autentikasi antar router sebelum menerima Link-state Advertisement (LSA). Dari awak OSPF sudah mendukung CIDR dan VLSM, berbeda dengan RIP. Bahkan untuk OSPFv3 sudah mendukung untuk IPv6.
Router dalam broadcast domain yang sama akan melakukan adjacencies untuk mendeteksi satu sama lainnya. Pendeteksian dilakukan dengan mendengarkan “Hello Packet”. Hal ini disebut 2 way state. Router OSPF mengirimkan “Hello Packet” dengan cara unicast dan multicast. Alamat multicast 224.0.0.5 dan 224.0.0.6 digunakan OSPF, sehingga OSPF tidak menggunakan TCP atau UDP melainkan IP protocol 89.
IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
IGRP yang merupakan contoh routing protokol yang menggunakan algoritma distance vector yang lain. Tidak seperti RIP, IGRP merupakan routing protokol yang dibuat oleh Cisco. IGRP juga sangat mudah diimplementasikan, meskipun IGRP merupakan routing potokol yang lebih komplek dari RIP dan banyak factor yang dapat digunakan untuk mencapai jalur terbaik
IGRP mempunyai karakteristik sebagai berikut :
·         Protokol routing distance vector
·         Menggunakan composite metric yang terdiri atas bandwidth, load, delay dan reliability
·         Update routing dilakukan secara broadcast setiap 90 detik
Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
EIGRP merupakan routing protocol yang dibuat CISCO. EIGRP termasuk routing protocol dengan algoritma hybrid.
EIGRP menggunakan beberapa terminologi, yaitu :
ü  Successor : istilah yang digunakan untuk jalur yang digunakan untuk meneruskan paket data.
ü  Feasible Successor : istilah yang digunakan untuk jalur yang akan digunakan untuk meneruskan data apabila successor mengalami kerusakan.
ü   Neighbor table : istilah yang digunakan untuk tabel yang berisi alamat dan interface untuk mengakses ke router sebelah
ü  Topology table : istilah yang digunakan untuk tabel yang berisi semua tujuan dari router sekitarnya.
ü  Reliable transport protocol : EIGRP dapat menjamin urutan pengiriman data.
Perangkat EIGRP bertukar informasi hello packet untuk memastikan daerah sekitar. Pada bandwidth yang besar router saling bertukar informasi setiap 5 detik, dan 60 detik pada bandwidth yang lebih rendah.
Border Gateway Protocol (BGP)
Border Gateway Protocol (BGP) merupakan routing protokol eksterior, dengan karakteristik
sebagai berikut :
·         Menggunakan routing protokol distance vector
·         Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client
·         Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system


BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara statis ke router lain.
Routing static adalah entri suatu route yang dilakukan oleh seorang administrator untuk mengatur jalur dari sebuah paket data. Routing dinamis adalah ketika routing protokol digunakan untuk menemukan network dan melakukan update routing table pada router. Routing dinamis adalah ketika routing protokol digunakan untuk menemukan network dan melakukan update routing table pada router.
Contoh routing protokol: Routing Information Protocol (RIP), Interior Gateway Routing Protocol (IGRP), Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP), Open Shortest Path First (OSPF)


DAFTAR PUSTAKA
Buku Ajar Modul 1Mikrotik Operating System Jaringan Komputer
Buku Jaringan Komputer I Sritrusta Sukaridhoto, ST. Ph.D. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) – 2014
Modul Jaringan Komputer Suryadi syamsu STMIK AKBA

Read More

Sunday, November 5, 2017

Contoh Makalah Budi Utomo

Makalah Budi Utomo




KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala Rahmat, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang mungkin sangat sederhana.
Makalah ini berisikan Mengenai Budi Otomo dan Serikat Islam Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman dan juga berguna untuk menambah pengetahuan bagi para pembaca.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh karena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

GarutNovember 2017  

Penulis





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................  i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang ..........................................................................................  1
1.2  Rumusan Masalah .....................................................................................  1
1.3  Tujuan ........................................................................................................  1
1.4  Metode Pengumpulan Data .......................................................................  2
1.5  Sistematika ................................................................................................  2
BAB II PEMBAHASAN
          2.1 Orde Baru................................................................................................... 3
          2.2 Stabilitasi dan Rehabilitasi Ekonomi ........................................................  3
          2.3 Kerja Sama Luar Negeri............................................................................. 5
          2.4 Pembangunan Nasional .............................................................................  6
          2.5 Dampak Kebijakan Politik dan Ekonomi masa Orde Baru .......................  9
BAB III PENUTUP
          3.1 Kesimpulan ................................................................................................  12

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................  13



BAB I
PENDAHULUAN

1.1              LATAR BELAKANG
Kami disini membuat makalah ini bertujuan agar siswa siswi dapat memahami mengerti mengenai Budi Utomo dan Serikat Islam. Setelah membaca makalah ini siswa siswai tersebut dapat mengerti apa yang di maksud dengan Budi Utomo dan Serikat Islam.
Makalah ini di buat bukan hanya siswa siswi tetapi bisa di baca oleh yang lainya karena makalah ini sangat bermanfaat bagi orang orang yang suka mengenai sejarah. Oleh sebab itu kami membuat makalah ini agar seluruh manusia bisa memahami atau mengerti kuhusunya mengenai Budi Utomo dan Serikat Islam.
1.2    Rumusan Masalah
1.2.1        Budi Utomo
1.2.2        Sejarah Budi Utomo
1.2.3        Perkembangan Budi Utomo
1.2.4        Serikat Islam
1.2.5        Sejarah Serikat Islam
1.3    Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah :
1.      Memahami  Mengenai Budi Utomo dan Serikat Islam
2.      Memahami Sejarah Budi Utomo dan Serikat Islam
Selain itu makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas Kelompok yang diperintahkan oleh Guru kami.
1.4    Metode Pengumpulan Data
Metode yang kami gunakan dalam menyusun makalah ini antara lain:
1.      Membaca
2.      Mencari dari internet.
1.5    Sistematika
Bab I  Pendahuluan, yang berisi mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode pengumpulan data, dan sistematika.
Bab II Pembahasan, menjelaskan mengenai pengertian, kerakteristik, Kegunaan, cara kerja, kelamahan, dan perbedaan.

Bab III Penutup, yang berisi pertanyaan, dan kesimpulan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1.       Budi Utomo
Budi Utomo ( ejaan Soewandi :  Boedi Oetomo ) adalah sebuah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Digagaskan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa. Saat ini tanggal berdirinya Budi Utomo, 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo. Namun, para pemuda juga menyadari bahwa tugas mereka sebagai mahasiswa kedokteran masih banyak, di samping harus berorganisasi. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa "kaum tua" yang harus memimpin Budi Utomo, sedangkan para pemuda sendiri akan menjadi motor yang akan menggerakkan organisasi itu.
Tujuan yang hendak dicapai dari pendirian organisasi Budi Utomo tersebut antara lain:
·         Memajukan pengajaran.
·         Memajukan pertanian, peternakan dan perdagangan.
·         Memajukan teknik dan industri.
·         Menghidupkan kembali kebudayaan.

Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan "priayi" atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, bekas Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.

2.2.       Sejarah Budi Utomo
Organisasi Budi Utomo lahir pada tanggal 20 Mei 1908 dan menjadi tonggak permulaan pergerakan nasional di Indonesia. Pada awal berdirinya, organisasi Budi Utomo hanya bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial budaya. Organisasi ini mendirikan sejumlah sekolah yang bernama Budi Utomo dengan tujuan berusaha memelihara serta memajukan kebudayaan Jawa. Anggota Budi Utomo terdiri dari kalangan atas suku Jawa dan Madura.
Budi Utomo memiliki sejumlah tokoh penting, antara lain: Dr. Sutomo, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Gunawan Mangunkusumo. Sejak tahun 1915 organisasi Budi Utomo bergerak di bidang politik. Gerakan nasionalisme Budi Utomo yang berciri politik dilatari oleh berlangsungnya Perang Dunia I. Peristiwa Perang Dunia I mendorong pemerintah kolonial Hindia-Belanda memberlakukan milisi bumiputera, yaitu wajib militer bagi warga pribumi.
Dalam perjuangannya di bidang politik, Budi Utomo memberi syarat untuk pemberlakuan wajib militer tersebut. Syarat tersebut adalah harus dibentuk terlebih dulu sebuah lembaga perwakilan rakyat (Volksraad). Usul Budi Utomo disetujui oleh Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum sehingga terbentuk Volksraad pada tanggal 18 Mei 1918. Di dalam lembaga Volksraad terdapat perwakilan organisasi Budi Utomo, yaitu Suratmo Suryokusomo.
Menyadari arti penting manfaat organisasi pergerakan bagi rakyat, maka pada tahun 1920 organisasi Budi Utomo membuka diri untuk menerima anggota dari kalangan masyarakat biasa. Dengan bergabungnya masyarakat luas dalam organisasi Budi Utomo, hal ini menjadikan organisasi tersebut berfungsi menjadi pergerakan rakyat. Kondisi ini dibuktikan dengan adanya pemogokan-pemogokan buruh untuk menuntut kehidupan yang lebih baik.
Sejak tahun 1930 Budi Utomo membuka keanggotaannya untuk semua bangsa Indonesia. Dalam bidang politik, Budi Utomo memiliki cita-cita untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Dengan demikian, Budi Utomo telah berkembang menjadi sebuah organisasi dengan sifat dan tujuan nasionalisme.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pada tahun 1935 Budi Utomo menggabungkan diri dengan Partai Bangsa Indonesia (PBI) yang didirikan oleh Dr. Sutomo. Hasil peleburan Budi Utomo dan PBI adalah Partai Indonesia Raya (Parindra) yang diketuai oleh Dr. Sutomo.

2.3.       Perkembangan Budi Utomo
Budi Utomo mengalami fase perkembangan penting saat kepemimpinan Pangeran Noto Dirodjo. Saat itu, Douwes Dekker, seorang Indo-Belanda yang sangat properjuangan bangsa Indonesia, dengan terus terang mewujudkan kata "politik" ke dalam tindakan yang nyata. Berkat pengaruh nyalah pengertian mengenai "Tanah Air Indonesia" makin lama makin bisa diterima dan masuk ke dalam pemahaman orang Jawa. Maka muncullah Indische Partij yang sudah lama dipersiapkan oleh Douwes Dekker melalui aksi persnya. Perkumpulan ini bersifat politik dan terbuka bagi semua orang Indonesia tanpa terkecuali. Baginya "tanah air api udara" (Indonesia) adalah di atas segala-galanya.
Pada tanggal 3-5 Oktober 1908, Budi Utomo menyelenggarakan kongresnya yang pertama di Kota Yogyakarta. Hingga diadakannya kongres yang pertama ini, BU telah memiliki tujuh cabang di beberapa kota, yakni Batavia, Bogor, Bandung, Magelang, Yogyakarta, Surabaya, dan Ponorogo. Pada kongres di Yogyakarta ini, diangkatlah Raden Adipati Tirtokoesoemo (mantan bupati Karanganyar) sebagai presiden Budi Utomo yang pertama. Semenjak dipimpin oleh Raden Adipati Tirtokoesoemo, banyak anggota baru BU yang bergabung dari kalangan bangsawan dan pejabat kolonial, sehingga banyak anggota muda yang memilih untuk menyingkir. Pada masa itu pula muncul Sarekat Islam, yang pada awalnya dimaksudkan sebagai suatu perhimpunan bagi para pedagang besar maupun kecil di Solo dengan nama Sarekat Dagang Islam, untuk saling memberi bantuan dan dukungan. Tidak berapa lama, nama itu diubah oleh, antara lain, Tjokroaminoto, menjadi Sarekat Islam, yang bertujuan untuk mempersatukan semua orang Indonesia yang hidupnya tertindas oleh penjajahan. Sudah pasti keberadaan perkumpulan ini ditakuti orang Belanda. Munculnya gerakan yang bersifat politik semacam itu rupanya yang menyebabkan Budi Utomo agak terdesak ke belakang. Kepemimpinan perjuangan orang Indonesia diambil alih oleh Sarekat Islam dan Indische Partij karena dalam arena politik Budi Utomo memang belum berpengalaman. Karena gerakan politik perkumpulan-perkumpulan tersebut, makna nasionalisme makin dimengerti oleh kalangan luas. Ada beberapa kasus yang memperkuat makna tersebut. Ketika Pemerintah Hindia Belanda hendak merayakan ulang tahun kemerdekaan negerinya, dengan menggunakan uang orang Indonesia sebagai bantuan kepada pemerintah yang dipungut melalui penjabat pangreh praja pribumi, misalnya, rakyat menjadi sangat marah.
Kemarahan itu mendorong Soewardi Suryaningrat (yang kemudian bernama Ki Hadjar Dewantara) untuk menulis sebuah artikel "Als ik Nederlander was" (Seandainya Saya Seorang Belanda), yang dimaksudkan sebagai suatu sindiran yang sangat pedas terhadap pihak Belanda. Tulisan itu pula yang menjebloskan dirinya bersama dua teman dan pembelanya, yaitu Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo ke penjara oleh Pemerintah Hindia Belanda (lihat: Boemi Poetera). Namun, sejak itu Budi Utomo tampil sebagai motor politik di dalam pergerakan orang-orang pribumi.
Agak berbeda dengan Goenawan Mangoenkoesoemo yang lebih mengutamakan kebudayaan dari pendidikan, Soewardi menyatakan bahwa Budi Utomo adalah manifestasi dari perjuangan nasionalisme. Menurut Soewardi, orang-orang Indonesia mengajarkan kepada bangsanya bahwa "nasionalisme Indonesia" tidaklah bersifat kultural, tetapi murni bersifat politik. Dengan demikian, nasionalisme terdapat pada orang Sumatera maupun Jawa, Sulawesi maupun Maluku.
Pendapat tersebut bertentangan dengan beberapa pendapat yang mengatakan bahwa Budi Utomo hanya mengenal nasionalisme Jawa sebagai alat untuk mempersatukan orang Jawa dengan menolak suku bangsa lain. Demikian pula Sarekat Islam juga tidak mengenal pengertian nasionalisme, tetapi hanya mempersyaratkan agama Islam agar seseorang bisa menjadi anggota. Namun, Soewardi tetap mengatakan bahwa pada hakikatnya akan segera tampak bahwa dalam perhimpunan Budi Utomo maupun Sarekat Islam, nasionalisme "Indonesia" ada dan merupakan unsur yang paling penting.

2.4.       Serikat Islam
Sarekat Islam pada awalnya adalah perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang diberi nama Sarekat Dagang Islam (SDI). Perkumpulan ini didirikan oleh Haji Samanhudi tahun 1911 di kota Solo. Perkumpulan ini semakin berkembang pesat ketika Tjokroaminoto memegang tampuk pimpinan dan mengubah nama perkumpulan menjadi Sarekat Islam. Sarekat Islam (SI) dapat dipandang sebagai salah satu gerakan yang paling menonjol sebelum Perang Dunia II.
Pendiri Sarekat Islam, Haji Samanhudi adalah seorang pengusaha batik di Kampung Lawean (Solo) yang mempunyai banyak pekerja, sedangkan pengusaha-pengusaha batik lainnya adalah orang-orang Cina dan Arab.
Tujuan utama SI pada awal berdirinya adalah menghidupkan kegiatan ekonomi pedagang Islam Jawa. Keadaan hubungan yang tidak harmonis antara Jawa dan Cina mendorong pedagang-pedagang Jawa untuk bersatu menghadapi pedagang-pedagang Cina. Di samping itu agama Islam merupakan faktor pengikat dan penyatu kekuatan pedagang-pedagang Islam.
Pemerintah Hindia Belanda merasa khawatir terhadap perkembangan SI yang begitu pesat. SI dianggap membahayakan kedudukan pemerintah Hindia Belanda, karena mampu memobilisasikan massa. Namun Gubernur Jenderal Idenburg (1906-1916) tidak menolak kehadiran Sarekat Islam. Keanggotaan Sarekat Islam semakin luas.

2.5.       Sejarah Serikat Islam
Pada kongres Sarekat Islam di Yogayakarta pada tahun 1914, HOS Tjokroaminoto terpilih sebagai Ketua Sarekat Islam. Ia berusaha tetap mempertahankan keutuhan dengan mengatakan bahwa kecenderungan untuk memisahkan diri dari Central Sarekat Islam harus dikutuk dan persatuan harus dijaga karena Islam sebagai unsur penyatu.
Politik Kanalisasi Idenburg cukup berhasil, karena Central Sarekat Islam baru diberi pengakuan badan hukum pada bulan Maret 1916 dan keputusan ini diambil ketika ia akan mengakhiri masa jabatannya. Idenburg digantikan oleh Gubernur Jenderal van Limburg Stirum (1916-1921). Gubernur Jenderal baru itu bersikap agak simpatik terhadap Sarekat Islam.
Namun sebelum Kongres Sarekat Islam Kedua tahun 1917 yang diadakan di Jakarta muncul aliran revolusionaer sosialistis yang dipimpin oleh Semaun. Pada saat itu ia menduduki jabatan ketua pada SI lokal Semarang. Walaupun demikian, kongres tetap memutuskan bahwa tujuan perjuangan Sarekat Islam adalah membentuk pemerintah sendiri dan perjuangan melawan penjajah dari kapitalisme yang jahat. Dalam Kongres itu diputuskan pula tentang keikutsertaan partai dalam Voklsraad. HOS Tjokroaminoto (anggota yang diangkat) dan Abdul Muis (anggota yang dipilih) mewakili Sarekat Islam dalam Dewan Rakyat (Volksraad).
Pada Kongres Sarekat Islam Ketiga tahun 1918 di Surabaya, pengaruh Sarekat Islam semakin meluas.
Sementara itu pengaruh Semaun menjalar ke tubuh SI. Ia berpendapat bahwa pertentangan yang terjadi bukan antara penjajah-penjajah, tetapi antara kapitalis-buruh. Oleh karena itu, perlu memobilisasikan kekuatan buruh dan tani disamping tetap memperluas pengajaran Islam. Dalam Kongres SI Keempat tahun 1919, Sarekat Islam memperhatikan gerakan buruh dan Sarekat Sekerja karena hal ini dapat memperkuat kedudukan partai dalam menghadapi pemerintah kolonial. Namun dalam kongres ini pengaruh sosial komunis telah masuk ke tubuh Central Sarekat Islam (CSI) maupun cabang-cabangnya. Dalam Kongres Sarekat Islam kelima tahun 1921, Semaun melancarkan kritik terhadap kebijaksanaan Central Sarekat Islam yang menimbulkan perpecahan.
Rupanya benih perpecahan semakin jelas dan dua aliran itu tidak dapat dipersatukan kembali. Dalam Kongres Luar Biasa Central Sarekat Islam yang diselenggarakan tahun 1921 dibicarakan masalah disiplin partai. Abdul Muis (Wakil Ketua CSI) yang menjadi pejabat Ketua CSI menggantikan Tjokroaminoto yang masih berada di dalam penjara, memimpin kongres tersebut. Akhirnya Kongres tersebut mengeluarkan ketetapan aturan Disiplin Partai. Artinya, dengan dikeluarkannya aturan tersebut, golongan komunis yang diwakili oleh Semaun dan Darsono, dikeluarkan dari Sarekat Islam. Dengan pemecatan Semaun dari Sarekat Islam, maka Sarekat Islam pecah menjadi dua, yaitu Sarekat Islam Putih yang berasaskan kebangsaan keagamaan di bawah pimpinan Tjokroaminoto dan Sarekat Islam Merah yang berasaskan komunis di bawah pimpinan Semaun yang berpusat di Semarang.
Pada Kongres Sarekat Islam Ketujuh tahun 1923 di Madiun diputuskan bahwa Central Sarekat Islam digantikan menjadi Partai Sarekat Islam (PSI). dan cabang Sarekat Islam yang mendapat pengaruh komunis menyatakan diri bernaung dalam Sarekat Rakyat yang merupakan organisasi di bawah naungan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Pada periode antara tahun 1911-1923 Sarekat Islam menempuh garis perjuangan parlementer dan evolusioner. Artinya, Sarekat Islam mengadakan politik kerja sama dengan pemerintah kolonial. Namun setelah tahun 1923, Sarekat Islam menempuh garis perjuangan nonkooperatif. Artinya, organisasi tidak mau bekerja sama dengan pemerintah kolonial, atas nama dirinya sendiri. Kongres Partai Sarekat Islam tahun 1927 menegaskan bahwa tujuan perjuangan adalah mencapai kemerdekaan nasional berdasarkan agama Islam. Karena tujuannya adalah untuk mencapai kemerdekaan nasional maka Partai Sarekat Islam menggabungkan diri dengan Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI).
Pada tahun 1927 nama Partai Sarekat Islam ditambah dengan “Indonesia” untuk menunjukan perjuangan kebangsaan dan kemudian namanya menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Perubahan nama itu dikaitkan dengan kedatangan dr. Sukiman dari negeri Belanda. Namun dalam tubuh PSII terjadi perbedaan pendapat antara Tjokroaminoto yang menekankan perjuangan kebangsaan di satu pihak, dan di pihka lain dr. Sukiman yang menyatakan keluar dari PSII dan mendirikan Partai Islam Indonesia (PARI). Perpecahan ini melemahkan PSII. Akhirnya PSII pecah menjadi PSII Kartosuwiryo, PSII Abikusno, PSII, dan PARI dr. Sukiman.
Sejarah perjalan serikat Dagang Islam mengalami pasang surut,didalam percaturan politik tanah air,sejak jaman penjajahan belanda sampai saat ini, Namun yang harus kita ambil pelajaran bahwa cita-cita dari organisasi Seikat Dagang Islam dalam melepaskan diri dari segala bentuk penjajahan, itulah yang harus menjadi insvirator dan motivator bagi kita generasi muda hari ini untuk terus berjuang memajukan bangsa dan Negara
Adapun faktor-faktor yang mendorong didirikannya Serikat Islam adalah:
·            Faktor ekonomi, yaitu untuk memperkuat diri menghadapi Cina yang mempermainkan  penjualan bahan baku batik.
·            Faktor agama, yaitu untuk memajukan agama Islam.
Tujuan Serikat Islam meliputi:
·            Mengembangkan jiwa dagang,
·            Membantu para anggota yang mengalami kesulitan dalam bidang usaha,
·            Memajukan pengajaran dan semua usaha yang menaikkan derajat rakyat,
·            Memperbaiki pendapat yang keliru mengenai agama Islam, dan
·            Hidup menurut perintah agama.
Adapun faktor-faktor yang menyebabkan Serikat Islam cepat berkembang adalah:
·            Kesadaran sebagai bangsa yang mulai tumbuh,
·            Sifatnya kerakyatan,
·            Didasari agama Islam,
·            Persaingan dalam perdagangan, dan
·            Digerakkan para ulama.
Kongres Serikat Islam pertama pada bulan Januari 1913 di Surabaya dengan hasil:
·            Menegaskan bahwa Serikat Islam bukan partai politik,
·            Serikat Islam tidak bermaksud melawan pemerintah Belanda,
·            Memilih HOS Cokroaminoto sebagai ketua, dan
·            Menetapkan Surabaya sebagai pusat Serikat Islam.
Pada tahun 1914 berdiri organisasi berpaham sosialis yang didirikan oleh Sneevlit, yaitu ISDV (Indische Social Democratische Vereeniging). Namun organisasi yang didirikan orang Belanda di Indonesia ini tidak mendapat simpati rakyat, oleh karena itu diadakan “Gerakan Penyusupan” ke dalam tubuh Serikat Islam yang akhirnya berhasil mempengaruhi tokoh-tokoh Serikat Islam muda seperti Semaun, Darsono, Tan Malaka, dan Alimin.
Akibatnya banyak anggota Serikat Islam yang menjadi sosialis terutama Serikat Islam cabang Semarang. Sejak inilah keanggotaan Serikat Islam pecah menjadi dua yang disebut Serikat Islam Merah yang berhaluan Komunis dan Serikat Islam Putih yang asli. Serikat Islam Merah dipimpin oleh Semaun dan Tan Malaka, Serikat Islam Putih dipimpin oleh Agus Salim dan Abdul Muis, Cokroaminoto.
Kyai Agus Salim melakukan tindakan:
·         Mengadakan disiplin partai,
·         Meningkatkan pendidikan kader Serikat Islam dalam rangka memperkuat organisasi, Mengubah CSI (Central Serikat Islam) menjadi PSI (Partai Serikat Islam) (tahun 1923), kemudian diubah lagi menjadi PSII (Partai Serikat Islam Indonesia) (tahun 1929), dan
·         Memperkuat pengaruh agama dalam organisasi.
·         Tindakan pengurus Serikat Islam tersebut dilawan oleh pimpinan Serikat Islam Merah dengan mendirikan kantor Serikat Islam Merah dimana Serikat Islam Putih berada.



BAB III
PENUTUP
3. 1  Kesimpulan
Budi Utomo ( ejaan Soewandi :  Boedi Oetomo ) adalah sebuah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Digagaskan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo
Tujuan yang hendak dicapai dari pendirian organisasi Budi Utomo tersebut antara lain:
·         Memajukan pengajaran.
·         Memajukan pertanian, peternakan dan perdagangan.
·         Memajukan teknik dan industri.
·         Menghidupkan kembali kebudayaan.

Budi utomo merupakan organisasi yang pertama berdiri sebagai pelopor pergerakan nasional maka pada tanggal kelahirannya yakni 20 Mei 1908 dijadikan sebagai hari Kebangkitan Nasional.

  
Sarekat Islam pada awalnya adalah perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang diberi nama Sarekat Dagang Islam (SDI). Perkumpulan ini didirikan oleh Haji Samanhudi tahun 1911 di kota Solo. Perkumpulan ini semakin berkembang pesat ketika Tjokroaminoto memegang tampuk pimpinan dan mengubah nama perkumpulan menjadi Sarekat Islam.
Tujuan Serikat Islam adalah:
·         Mengembangkan Jiwa Dagang
·         Membantu pengajaran dan membantu semua kegiatan yang mempercepat naiknya derajat bangsa
·         Memperbaiki pendapat pendapat yang keliru tentang agam Islam
·         Hidup menurut perintah Agama Islam
Kongres Serikat Islam pertama pada bulan Januari 1913 di Surabaya dengan hasil:
·         Menegaskan bahwa Serikat Islam bukan partai politik,
·         Serikat Islam tidak bermaksud melawan pemerintah Belanda,
·         Memilih HOS Cokroaminoto sebagai ketua, dan
·         Menetapkan Surabaya sebagai pusat Serikat Islam.


DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.com/
http://ridwanaz.com/umum/sejarah/sejarah-berdirinya-budi-utomo-dan-awal-pergerakan-nasional-indonesia/
http://id.wikipedia.org/wiki/Budi_Utomo
http://handikap60.blogspot.com/2013/01/sejarah-budi-utomo.html
http://billykrisnaa.blogspot.com/2013/01/sejarah-budi-utomo_26.html
http://kolom-biografi.blogspot.com/2011/12/biografi-dr-sutomo.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Sarekat_Islam


Read More